Suatu hari aku hanya ingin berjalan, berlalu kemanapun langkah kakiku menuju, dan tanpa ku sadari membawaku ke sebuah terminal bus. hanya ingin mencoba menjajaki perasaan yang mulai hampa, kemana langkah ini menuju. hanya menaiki tanpa tahu arah tujuan yang akan menjadi perhentianku.
Hanya bersandar dan duduk menghadap jendela dengan alunan lagu yang ku putar di handphone ku, semuanya hampa, inilah saat aku benar-benar tidak bisa mengendalikan emosiku, hanya ingin pergi dan berlalu sejauh kakiku melangkah .
Tidak menyadari sekelilingku hingga seseorang duduk di sampingku, aku tak perduli, ku hanya diam dan melakukan kegiatan yang sama menatap ke luar sana seolah-olah pemandangan diluar menyita diri ini.
ada tepukan lembut di bahu ini yang membuat aku terbangun dalam lamunan dan berkata " yah mengapa ? "
kemudian kakek tua itu berkata " mengapa anda melamun nona kecil, seolah ada yang engkau pikirkan "
" tidak mengapa ke ^_^ " ucapku sambil mencoba tersenyum . Tapi bukan jawaban yang aku inginkan yang keluar dari ucapan kakek itu " mengapa mencoba tersenyum jika nona kecil ini tidak bisa bersandiwara ?"
"apa maksud kakek ?" ucapku
" saya bukan anak kecil lagi nona, saya sudah melalui semuanya di bandingkan ekspresi palsu nona kecil ini "
ucapan itu membuat aku tersenyum " seburuk itu kah aktingku ke ?"
" yah buruk sekali, aktor payah " ucapnya sambil tersenyum " bohong, nona sangat baik berekspresi, nona bisa menyembunyikan raut wajah dengan senyuman " ucapnya lagi
" terima kasih ke ^_^, kakek ingin kemana? dengan siapa kah ?" ucapku sedikit khawatir dengan kakek yang benar-benar sudah lanjut usia itu
"saya seorang diri ? adakah yang aneh jika kakek ini berjalan sendirian ? " ucapnya " tidak, aku hanya merasa rindu dengan istriku yang sudah jauh disana, dulu kisah kami berawal dari bus ini, dengan tujuan kampus yang sama. aku hanya ingin terus mengenang kenangan indah kami bersama " ucapnya lagi
ucapan itu membuat aku terharu
" senang rasanya cinta bisa terus sampai tua yaa ke, serasa berjalan mulus dan dengan orang yang tepat " ucapku.
" kata siapa ? cinta itu tidak berjalan dengan mulus nona, banyak jalan berduri yang harus kami alami, kesalah pahaman, rasa sakit hati semua itu ada sampai di bahtera rumah tanggapun masih ada saja yang harus kami lalui " ucapnya sambil tersenyum " nona muda, kamu masih sangat muda cinta di usia kamu saat ini masih sangat cinta yang dangkal seperti kubangan lumpur, bukan seperti butiran pasir yang tak dapat di hitung "
" mengapa demikian ke ? rasa sakitnya tetap sama ? rasa dikhianatinyapun ada, rasa sedih dan semuanya ada apa yang membedakan cinta nanti dengan cinta sekarang ? "
" nona muda, berapa usiamu ? bolehkah kakek ini menebak? sekitar 19 tahun kan ? usia memang bukan patokan untuk menjadi orang yang dewasa dengan kebijakan yang harus ada, tapi cinta menjadikan kamu orang yang lebih mengerti hidup, kenapa ? karena disaat kamu tersakiti, kamu akan berpikir berbalik menyakiti atau ikhlas kan ? disaat di khianati kamu akan berpikir mengkhianati lagi atau pergi ,? betulkan ?"
" yah memang begitu kan ke ? " tanyaku bingung
" tidak, tidak seperti itu jika kamu disakiti jangan pergi atau berbalik menyakiti tapi buatlah orang yang menyakiti itu sadar bahwa caranya salah dan membuatmu tersakiti, nona ada istilah yang berbicara seperti ini ,Pernikahan tidak hanya didasari perasaan Cinta, lebih dari itu yaitu KOMITMEN.Saat pertama seseorang menikahi pasti karena cinta, tetapi cinta yang menggebu-gebu akan padam seiring dengan berjalannya waktu.Hanya Komitmen yang membuat Cinta menggebu-gebu menjadi Cinta yang matang dan dewasa.
mengerti maksud ucapan kakek ini ? jika kamu sakit hati sekarang jadikan sakit itu tumpuan untuk cinta yang baru, jangan merasa jatuh karena jika seperti itu kamu akan jatuh." ucapnya
yang bisa aku lakukan hanya terdiam, tak dapat berkata dan tanpa terasa air mata jatuh begitu saja membasahi pipi ini .
" menangis,,, menangislahh nona ^_^ biarkan rasa sakit itu tersampaikan daripda berpura-pura untuk tegar, nona kecil jalan kamu masih panjang, hanya yakin pada diri kamu bahwa kamu bisa oke? " ucapan itu membuat aku berpaling dan tersenyum
" terimakasih ke ^_^ . aku akan selalu ingat , maaf aku harus turun di perhentian selanjutnya , aku tidak bisa menemani kakek lain kali jika bertemu lagi aku akan menemani kakek mengenang masa lalu " ucapku
" iya nona muda, jika ingin bertemu lagi denganku datanglah setiap tanggal 08 februari di halte ini, maka aku akan selalu disini setiap tanggal itu, nona muda tau kadang masa lalu lah yang membuat kita menyesal karena tidak bisa kembali kemasa itu " ucapnya terakhir sebelum berpamitan denganku.
Tuhan ini kah jawaban yang aku inginkan ^_^ tanpaku kira hari ini banyak pelajaran yang membuat aku tau aku belum setegar yang aku pikirkan .,
maka biarkan lah waktu yang mengajarkanku kedewasaan ^_^ .
0 komentar:
Posting Komentar