Click Here For Free Blog Templates!!!
Blogaholic Designs

Pages

Semua yang aku tulis bukan berarti kisahku , semua yang kamu baca bukan berarti tentangmu

Minggu, 22 September 2013

sudut mata itu, pandangan itu hanya milikku

                                                                                                    Di kota ini ku mulai kisahku

Sukabumi, kota yang sangat sejuk he he he mungkin karena aku tinggal didaerah yang cukup terpencil, orang bilang masa-masa sekolah adalah masa paling indah ! apakah benar seperti itu ? iya menurutku memang indah :) aku memiliki banyak sahabat yang selalu dekat denganku dan menyayangi ku. 

yah sudah 2 tahun ini aku mengenal mereka tapi serasa lama dekat dengan mereka, namaku Putri Adyta aku duduk di kelas 2 SMAN 1 Sukabumi , hari-hari ku indah disini walaupun aku bukan berasal  dari Sukabumi, aku hanya orang rantau yang pindahan kesini 3 tahun lalu. Walaupun aku merantau bukan bersama keluargaku :) . Aku hanya tinggal bersama nenek dan kakek ku, yang aku punya hanya mereka, ayah dan ibuku selalu memiliki pekerjaan yang membuat mereka harus selalu berpergian dan terlalu sibuk untukku.

yang selalu menemani ku disaat aku sedih dan butuh teman, dan disaat aku tidak ingin nenek terlalu sedih untuk keluh kesahku hanya ada 1 orang ini , Ikhsan Reynad , kk kelas yang selalu menemani ku walaupun aku tau dia juga seperti aku , tinggal disini hanya dengan bibi dan paman sedangkan orangtuanya berada di jakarta.

Aku mungkin bukan kekasihnya, aku hanya pengagum rahasia baginya, aku hanya mencintai dalam diam dan menyayangi dengan rasa :) cukup hanya aku yang tahu bahwa aku terlalu memperhatikan dan mencintainya, bagaimana aku tidak mencintainya saat disetiap waktuku sedih, suka dan kesepianku hanya ada dia yang selalu menemaniku, walaupun kaka bukan milikku bukan berarti aku bisa melupakan kakak di hati ini .

" De, ngelamun hayoo lagi mikirin apa ? mikirin aku yah  " sapanya padaku 
" hehehe ... Gr sekali kakak kelasku ini :p " padahal mah iya ya ka, selalu mikirin kakak 
" De , tahu ga kakak baru putus dari cintya " ucapnya datar 
" Ko bisa ka ? bukannya ka cintya itu sempurna hadehh kakak tuh yya orang mah pingin deket sama ka cintya kk mah malah putus , eitss jangan-jangan diputusin yaa ?" ucapku spontan 
"hehehe.. iya de diputusin " 
spontan saja kata-kata itu membuat aku tertawa tak henti-hentinya .. 
" iya deh tau lucu , orang di putusin lucu , orang sakit hati lucu " ucapnya sebal 
" bukan gitu ka, yah aneh aja gitu seorang cowo pinter, populer, tajir , tapi diputusin " 
" Yah engga gitu juga de, hmm sebenernya kk bilang sama cintya kalau kakak mau nerusin sekolah yang lebih tinggi di jakarta bersama orangtua kakak "
sontak saja ucapan itu membuatku terdiam, apa maksudnya kakak mau ninggalin aku, tapi mulut ini malah berkata lain 
" bukankah kakak bilang sama aku tidak akan ke jakarta kecuali jika mereka meminta kakak untuk datang ? apakah bunda resti meminta kakak untuk kembali ? "
" iya de, mama minta aku untuk disana "
" kapan kakak , berangkat ? " tanyaku 
" Lusa de , lusa sudah berangkat ke jakarta " 
bila ucapan di awal tadi membuatku terdiam, kali ini ucapannya membuatku ingin memukulnya sekaligus ingin memeluknya, kakak sadarkah selama ini aku mencintaimu kenapa baru memberitahuku ? tak berarti kah aku buat kakak , tapi lagi-lagi mulut ini membohongi rasa di hati 

" hati-hati yah kakak , salam buat keluarga semoga sukses " hanya itu yang aku ucapkan 
" iya de, kk prepare dlu yah buat lusa "
" iya ka "

Jangan nangis, jangan nangis , jangan nangis, hanya itu yang bisa ku ulang dalam pikiran ini , harus tegar harus sabar pergi bukan berarti tidak dapat berkomunikasi dengan baik kan ? tapi kali ini rasa ini tak dapat aku bendung lagi, air mata ini mengalir begitu saja , bagaimana dan apa yang harus aku perbuat saat dia pergi, siapa yang akan memelukku disaat aku sedih, siapa yang akan memberikan saran disaat aku bimbang, aku hanya bisa menangis aku terlalu lemah untuk bisa berdiri sendiri hanya itu yang terpikirkan olehku.

hari itu akhirnya tiba dimana dia harus pergi, aku terlalu takut untuk mengucapkan perpisahan terlalu sedih untuk bilang selamat jalan dan hati-hati, aku bahkan tidak bisa melihat wajahnya, hanya bisa melihat dari jendela ini, hanya bisa melambai di kejauhan dan berusaha untuk tersenyum saat melihatnya pergi.

waktu telah berlalu tapi tak searah dengan apa yang aku pikirkan dahulu, kini jangankan suaranya kabar darinya pun tak pernah ada, bahkan di hari ulang tahunku lalupun jangankan kehadiran ucapan darinya pun hanya angan, apakah kakak melupakanku, hati ini terlalu sakit untuk menangis, jangankan dia yang jauh disana, bibi dan pamannya pun kini seakan mengangapku orang asing tiada canda dan tawa yang dulu selalu ada untukku, yang ada kini hanya menghindar dariku.

apa salah yang aku perbuat, hanya itu yang dapat aku pikirkan.

semakin hari aku semakin muak dengan keadaan hanya satu yang ingin aku tau, hanya kabar dia yang disana, ku beranikan diri untuk datang kerumah yang penuh dengan kenangan tentangnya, aku beranikan untuk datang berkunjung.

" selamat siang bi " ucapku 
" siang, de putri ada apa ya de "  ucap bibi padaku 
" bi, putri kesini mau minta nomor tlpnya ka ikhsan, nomor yang ada di putri tidak pernah aktif "
" maaf de, bibi juga tidak tau nomornya ikhsan " 
" kenapa bibi selalu menghindariku , jika bibi ingin aku percaya bahwa bibi tidak memiliki tlp ka ikhsan itu tidak mungkin aku tau bibi sayang ka ikhsan, aku tau bibi bohong sama aku, kenapa bibi bohong sama aku ? "
" bibi tidak bohong de, bibi tidak punya tlpnya ikhsan "
" bibi tau, aku sayang ka ikhsan, aku hanya ingin tahu kabar kakak disana, tak bisakah walau hanya itu " air mata ini sudah tak dapat aku sembunyikan lagi , terlalu sedih hati ini 
" jangan nangis de, jangan nangis ya tuhan aku sudah tidak sanggup menutupi ini , terlalu sakit juga buat bibi dan paman disini menghindari kamu, membuatmu murung dengan sikap kami, maaf de " 
ucapan itu membuat perhatianku teralihkan dari kesedihan yang aku rasa 
" apa maksud bibi ?  kenapa harus menghindari aku ? jawab aku bi " 
" maaf , maaf kami tidak sanggup harus bilang bahwa ikhsan telah tiada "
" apa maksud bibi ka ikhsan ga ada ?" suaraku bergetar 
" maaf de, ikhsan selalu tanya kabar kamu, hpnya disita oleh bunda resti agar dia fokus pada kuliah dan perusahaan di jakarta, makanya dia selalu tlp ke sini dan tanya tentang kamu, dia sayang sama kamu dia selalu sayang sama kamu, selalu..... " ucapan bibi terputus oleh tanggisnya

" ayah dan ibunya selalu memintanya untuk berkerja dan berkerja sampai dia jatuh sakit yang mengharuskannya untuk tidak melakukan aktifitas yang banyak selama di rumah sakit tetap saja yang dia tanyakan hanyalah kamu, yang dia tulis di buku hariannya hanya kamu, sampai pada hari ulang tahunmu, dia ingin datang karena dia pasti telah membuatmu bersedih di ulang tahun pertama yang dia lewatkan , dia ingin di tahun ke dua sejak dia pergi dia bisa menemuimu, ikhsan memaksa untuk keluar rumah sakit dan hanya sekedar membelikan kado untukmu, tapi takdir berkata lain dia meninggal sesaat setelah kembali membeli kado untukmu " lanjutnya 

ya tuhan setelah mendengar semuanya hati ini begitu hancur, kakak bahkan lebih memikirkanku dibandingkan aku memikirkannya, tuhan mengapa kau begitu kejam padaku disaat ada orang yang benar-benar menyanyangiku kau mengambilnya dariku, tak cukup kah kesabaran yang selama ini aku berikan dan buktikan, bibi memberikan semua barang yang ka ikhsan punya untukku dan mengucapkan maaf karena telah menyimpan semua kebenaran ini dariku.

ku baca semua yang dia tulis untukku, alasannya memutuskan ka cintya bukan karena kepergiannya tapi karena dia mencintaiku , selama ini semua itu dia lakukan hanya untuk menyita perhatianku, bodoh hanya itu yang bisa ku ucapkan selama ini aku terlalu bodoh untuk menyadari semua perhatiannya, semua sudah terlambat, kini dia telah pergi.

ku buka ke 2 kado yang tidak sempat dia berikan padaku, sebuah cincin dan lukisan wajahku , itu semua membuatku sedih dan makin menanggisi dia yang telah pergi, sepucuk surat jatuh saat aku membuka bingkisan itu . 

Dear : Putri 

kakak tau mungkin suatu saat terlambat untuk mengatakan ini, kakak sayang putri , cinta putri kakak selalu berusaha untuk ada di dekat putri , putri tau , diri ini memang tak selalu berhadapan denganmu, tapi sudut mata dan pandangan ini selalu mencarimu, mencuri sedikit senyuman dan tawa riangmu,
kamu tahu walau diri ini tak berarti untukmu , tapi hanya dengan melihatmu bahagia maka cukup bagiku untuk merasa bahagia dan tersenyum,
jika suatu saat nanti aku pergi, dan tak kembali , yang harus kamu tau adalah hati ini tetap milikmu, kenanganmu menjadi kenangan indah yang pernah ada di hidupku.
jika suatu saat aku pergi , teruslah hidup seperti putri yang tegar yang bisa melalui semuanya jadilah anggrek di batu karang walaupun sulit harus tetap bertahan .

hanya itu yang dapat aku ucapkan, aku mencintaimu sampai detik terakhir hidupku.
                                                                                                     
                                                                                                              ikhsan 

surat itu terjatuh dari tanganku, air mata ini membuat mataku pedih, serasa di jantung ini berdetak dengan cepat yang bahkan membuatku sesak . kakak aku akan menjadi tegar, seperti apa yang engkau harapankan, dan aku akan tetap mencintaimu , walau suatu saat nanti aku memilih yang lain tapi cinta ini hanya untukmu. 


0 komentar:

Posting Komentar