Lelah malam ini setelah menghabiskan seharian dalam aktivitas padat yang aku jalani, tubuh ini mulai menolak untuk beraktifitas rasa lelah dan demam menandakan diri ini terlalu menahan beban dan aktivitas yang berat .
malam ini sesesampainya di kamar begitu terkejut dengan barang-barang yang hilang dan kini kembali muncul di hadapanku , yah aku seakan tidak ingin melihat mereka, aku rapihkan semuanya mungkin akan aku buang saja atau aku simpan jauh dari pandanganku, walaupun bagaimana mereka adalah pemberian dan kenangan, begitu pikirku sampai ada suara yang menegur dibelakangku.
" aku balikin semua barang-barang tidak berguna dan tidak memiliki arti itu "
" hmmm, aku udah tau ko kalau kakak yang sembunyiin selama ini, kenapa sekarang di kembaliin ke aku ?"
" karena udah engga berguna, dan untuk membuka mata adik yang satu ini "
"maksudnya ?? "
" yah semua barang yang kamu anggap kenangan , perasaan cinta dari seseorang, rasa sayang dia ke kamu , bullshit "
" itu urusan aku ka, lagipula itu sudah masa yang lalu biarin cuma jadi kenangan, kenapa kakak selalu ingetin aku lagi dan lagi , itu buat aku cape yah cape dengarnya "
"yah kenangan yang bisa dia lakuin sama cewe lain manapun !! lihat ini , yah itu lukisan itu semuanya sama saja dengan apa yang dia berikan kepada kekasihnya yang baru, lihat ini yah foto profil ini lihat dengan jelas dia tersenyum bahagia diatas pengkhianatanya, diatas sakitnya seseorang yaitu kamu, aku seperti ini karena sayang sama kamu de, "
"sekali lagi itu urusan aku ka, jika maksud kakak dia bahagia itu bagus donk , toh berarti pilihan aku untuk pergi adalah tepat karena memang bukan aku yang dia cinta, kalau masalah pemberian atau sebagainya itu urusan dia, jika maksud kakak memberikan kembali semua barang pemberiannya ke aku supaya aku tau aku tidak bernilai di matanya itu tidak perlu ka , aku terlalu paham aku seperti apa di matanya bagai molekul kecil tak terlihat, jika kakak terus seperti ini tidak kasian kah terhadap aku ? selama ini aku berusaha untuk baik-baik saja tapi jika terus membuka masa lalu hati ini tetap terasa sakit , jika maksud kakak lukisan ini tidak berharga atau dia membuatnya untuk orang lain itu haknya "
" mengapa selalu seperti ini? kenapa engga pernah nunjukin rasa sakit, dan seolah semua baik-baik saja "
"terus apa yang harus aku lakukan ? seperti ini memecahkan lukisan ini seperti ini "
"de, kenapa di pecahin ?"
" bukannya itu yang kakak mau, yah biarlah pecah, biarlah semua tentangnya hancur karena toh rasa sakitnya hingga saat ini tidak berkurang, sekarang sudah puas buat aku makin lelah? sekarang aku mau tidur biarin pecahan itu besok pagi aku rapihin "
tuhan aku lelah, lelah dengan semua ini haruskah aku berbuat seperti ini tak cukupkah aku bersabar dan mengikhlaskan ? tuhan bolehkah aku membenci seseorang ? dapatkah kini aku bilang aku begitu membencinya, tak ingin melihatnya sekalipun lagi di hidupku ? bolehkah aku sekejam itu ?
apakah aku terlalu baik ? tuhan aku lelah jika terus seperti ini seolah dibayangi oleth masa lalu, jika dia bahagia mengapa orang-orang di sekitar ku seolah mengkhawatirkan keadaanku ? aku tak mengapa lihatlah selama ini aku bediri tegak, aku bahkan tak berkomunikasi dengannya ? mengapa harus kalian khawatir, rasa sayang yang dulu ada kini yang ada hanya rasa sakit dan benci, mendengar suaranya sajapun aku tak ingin.
apakah aku terlalu membencimu ? yah aku rasa begitu, maaf ini telah sirna waktu telah memberikan aku jawaban pasti tentang semua alasan palsumu, kini yang aku lihatlah kebenarnya, kini bisakah aku bilang dan membersihkan nama baikku di hadapanmu ? dengan lantang aku akan bilang
" kata-kata yang menuduhku mencintai orang lain dan berselingkuh adalah tidak benar adanya, aku adalah orang yang tidak akan pernah melakukan hal menyakitkan seperti itu , CAMKAN ITU dan itulah kenyataanya "
yah itu yang akan aku ucapkan, aku terlalu berharga untuk di tuduh seperti itu bukan !
kini tuhan bolehkah aku membencinya ? aku tau jika aku mendendam atau membencinya sama saja aku tidak mempunyai keikhlasan dimatamu yang bahkan mengampuni pembunuh sekalipun, tuhan hati ini terlalu sakit dan terlalu membenci sosoknya, aku mungkin bodoh jika meminta, jangan pernah pertemukan aku dengannya sekalipun walau hanya bertatap muka.
hari ini sungguh melelahkan, setelah mencurahkan semuanya dengan amarah tuhan kembali merangkulku menenangkan diriku dengan membaca ayat-ayat sucinya, setelah berpikir jernih aku meralat semua ucapakanku tuhan telah mentakdirkan diriku seperti ini , aku tidak boleh mengeluh bahkan mengencamnya, tuhan pasti memberikan yang terbaik untukku nanti disaat dia telah tau kesabaran yang aku miliki ^^. fighting you're not alone, they like this cause care with you, so smile don't angry .
^^ keep calm and fighting ^^
0 komentar:
Posting Komentar