Tuhan bolehkah aku membencinya ? bolehkah aku mohon izin aku untuk membencinya, aku sudah terlalu bersabar bukan ? benar-benar bersabar dan bahkan masih meneteskan air mata untuknya. aku memohon untuk yang terakhir kalinya.
Alasan selama ini aku masih menjalin komunikasi karena aku yakin semuanya akan baik-baik saja dan juga karena engkau tidak mengizinkan seseorang untuk membenci dan mendendam. tapi tuhan semakin halus bahasa yang aku gunakan itu tidak berpengaruh pada sikapnya. inikah diri dia yang sebenarnya ??
Tuhan ingatkan aku terus bersabar, aku sudah mencoba sekeras tenaga untuk menjalin silahturahmi dan berkomunikasi bahkan memaafkan tapi aku terlalu lelah untuk itu, kini di hari menuju kemenangan ini hanya kata-kata dia yang menyakiti, yah tak pernahkah dia berpikir perkataannya itu menyakitkan ? apa tidak cukup selama ini dia menyakiti hati ini ? untuk apa permintaan maaf itu jika melakukan hal yang selalu seperti ini ?
doaku yang terakhir untukmu orang yang menyakitiku, semoga semakin bertambahnya umur, bertambah dewasa bisa mengetahui mana yang menyakiti mana yang tidak, kamu tetap cowok egois yang tidak pernah dewasa di mataku, jika ingin melaksanakan sunah rosulmu maka perbaiki dulu ego dan emosimu, jadilah kepala rumah tangga yang baik, yang bijaksana . pernikahan itu bukan untuk mainan, sekali seumur hidup.
hanya itu doa terakhir untukmu.
kini aku benar-benar membencimu, menyebut namamu pun aku tak ingin , tuhan jika ini sesuatu yang engkau tidak ingin maafkanlah diri ini yang tidak bisa menahan sakitnya lagi biarkan lah kali ini aku membencinya hingga waktu yang tidak dapat aku tentukan.
dengarlah ini janjiku, dan jika kalian mengetahui sifatku janji ini pasti terrealisasikan.
jangankan untuk melihatnya, jika dia ada di hadapanku pun aku tidak menganggapnya ada.
dan untukmu yang menyakitiku berulang kali, semoga bahagia dan hidup dengan tenang
aku sangat-sangat membencimu , air mata yang kamu keluarkan hanyalah palsu belaka tangisan itu permintaan maaf itu tidak akan aku terima sampai kapanpun , remember it .
dan untuk kalian sahabatku, jangan pernah menyebut namanya sekalipun . karena aku tidak ingin mengingat kesalahan terfatal di hidupku ini. pilihan salah yang aku pilih .
dan untukmu !!! jika kamu membaca ini maka ketahuilah aku tidak mengenalmu semua tentangmu mulai detik ini, hilanglah dari hidupku selamanya. kesabaranku sudah habis untukmu.
Gema Takbir mengisi pendengaranku, aku tahu ini salah disaat seperti ini tapi tuhan aku telah berusaha semampuku tapi aku terlalu sakit untuk melanjutkan silahturahmi yang engkau ajarkan ini.
0 komentar:
Posting Komentar