Ku pandang langit yang gelap ditengah kesunyian di kampus ini, dan aku berpikir mengapa aku benci sekali merasa seperti ini , mengapa kamu buat aku seperti ini ? aku benci merasakan rindu, aku benci perasaan itu mulai menghantui ku lagi, aku benci selalu mencari sosokmu yang kini mulai sibuk dengan duniamu.
aku benci.
aku benci mengakui hati ini mulai terbuka untukmu, sesosok orang yang dengan teguh selalu menjagaku, bahkan aku mulai merasa egois padamu yang selalu aku abaikan, kini apakah kamu membalasku ? mengabaikanku disela kesibukanmu !
aku tahu kita berbeda, aku tahu kamu selalu menyempatkan mengirim pesan singkat untukku tapi kini
aku mulai merasa itu tidak cukup untukku, aku mulai merindukan setiap waktuku bersama kamu, iya kamu yang muncul di hari sepiku.
aku tahu aku bodoh, merindukan kamu yang sedang berjuang dengan kesuksesanmu, merindukan kamu yang berjuang untuk tugas akhirmu, mengeluhkan hal bodoh yang belum pernah aku eluh-eluhkan dahulu kepada siapapun . akan kah ini awal dari rasa takutku untuk membiarkan kamu pergi ? walaupun pada akhirnya aku tau aku akan menyuruhmu untuk pergi tinggalkanku.
jujur, aku merindukan senyuman itu , sapaan hangat yang selalu terlontar darimu.
kini aku sedang merindumu, menulis tentang kamu walaupun aku tau kamu tidak pernah tau isi tulisanku, dan itulah bagusnya karena dengan begitu aku bebas menulis tentangmu.
aku tahu kamu selalu sempat menanyakan keadaanku, kegiatan dan keseharianku tapi aku mulai merasa kehilangan sosok kamu yang selalu ada tepat di sampingku . memperhatikan dan merangkulku disaat aku rapuh, aku berharap rasa rindu ini hanya khayalan atau mimpiku semalam saja, namun mimpi ini tetap tak beranjak pergi .
aku terlalu bingung dengan rasa ini ! mengharapkanmu ada disisiku tapi juga mengharapkan rasa ini hanya ilusi.
karena aku tidak pernah ingin lagi merasa seperti ini, setidaknya untuk beberapa waktu lama yang akan datang, aku masih terlalu takut untuk merasakan hal yang pada akhirnya nanti malah akan berbalik melukaiku.
yah kamu itu mawar yang indah namun berduri , mengapa kamu begitu memikat jika kamu akan melukaiku, walaupun aku tidak tau kapan saatnya kamu akan berubah .
tuhan ku titipkan rinduku untuknya, untuknya yang sedang berusaha mencapai cita-citanya.
dan aku berdoa untuk diriku sendiri agar aku bisa menata perasaanku padanya.
hey, minggu lalu tanpa sadar aku berada tepat di depan rumah kamu.
mungkin karena aku terlalu merindukanmu, sapaan lembut ibu mu menyadarkanku bahwa kamu tidak berada disana , oh tuhan ini membuatku frustasi . rasa ini tentunya.
ingin sekali aku bertanya , kapan kamu akan kembali yah, kembali di sampingku.
oh shit, selama ini kamu selalu disampingku dan itu membuatku tidak sadar bisa merindukan sosokmu.
kini aku harus menjernihkan perasaan ini, aku tidak boleh merindukanmu disaat kamu sibuk, karena aku pun begitu , ujian telah di depan mataku memaksaku untuk fokus pada mata kuliah yang ada.
walaupun aku ingin kamu ada seperti halnya saat ujianku yang lalu, menemaniku belajar, menyemangatiku dan membuatku bisa bertahan di sela-sela lelahku.
Tetapi Aku Tetap Benci Merasakan Rindu Padamu.
sesosok orang yang bisa membuatku merasakan hal ini.
My Sunny.
Aku hanya berdoa semoga study dan skripsimu berjalan lancar agar kamu cepat kembali ke kota ini, kerumah mu dan dekat denganku lagi, aku tidak menunggumu pulang untukku, tapi aku menunggu janjimu untuk pulang dan sukses dengan semua yang kamu banggakan selama ini. dan tentunya aku menanti ^-^ menanti senyuman dan pelukan itu kembali.
0 komentar:
Posting Komentar