Click Here For Free Blog Templates!!!
Blogaholic Designs

Pages

Semua yang aku tulis bukan berarti kisahku , semua yang kamu baca bukan berarti tentangmu

Minggu, 02 November 2014

This My New Story About You :*

“iseng “ yah satu kata itulah yang saat ini terpikirkan, logika dari penalaran tindakan yang aku lakukan,
Seperti halnya orang yang tidak memiliki aktivitas karena dilarang untuk tidak keluar rumah hari ini, padahal ini weekend, serasa anak kecil yang terkurung di dalam rumah.

Kubuka, baca dan lihat status di salah satu media social yang aku punya, facebook story, mengenang lebih tepatnya kata-kata dulu yang pernah aku buat dan mewakili asa ku, tahun demi tahun ku lihat ada sedih, senang, penantian, kerinduan , sakit hati dan hal-hal kecil lainnya.
Aku berpikir tidak bisa lagi melihat orang yang menyakitiku karena aku telah memblokir orang itu tapi ternyata aku salah, karena story itu masih ada ! masih disana dan terlihat, dengan foto profil pasangan barunya.

Sempat menghela nafas mengingat semuanya apalagi membaca kata-kata cinta yang dulu dia ucapkan, janji itu dan hal lainnya. Tapi sudah lama rasa ini mati untuknya ^_^ . sudah hilang semuanya bahkan setelah melihat ulang aku bersyukur memilih keputusan yang tepat untuk merelakan orang yang tidak tepat untukku.

Segera terpikirkan untuk menghapus story dan list-list percakapan dengan orang itu tapi jika ingin menghapusnya aku harus menghilangkan blokir pada orang tersebut dan aku tak ingin,dan anehnya lagi tidak bisakah aku lepas dari hubungan mereka? Tuhan aku sudah mengikhlaskan sungguh ! tapi seakan mereka tidak ingin aku menghilang, pacar barunya malah meminta pertemanan di fb dan aku tidak ada dendam apapun padanya dan aku juga tidak memiliki rasa lagi terhadap orang itu, dan aku tidak ingin di anggap pengecut karena tidak menerima permintaan pertemanannya.

Maka, aku terima saja ! begitu aku terima, seseorang langsung bertanya padaku,

“ honey kenapa diterima ? “
“hmmm, engga apa2 ko toh dia juga engga akan macem2in aku “ ucapku santai pada sahabat terbaikku
Yah, aku tau dia mengkhawatirkanku tapi itu tidak perlu aku sudah tidak menganggap atau ingat aku pernah memiliki kekasih orang itu .
Yah, sudah sejak lama aku tidak menyebut namanya, karena aku tak ingin ^_^ .
Sampai ia berkata lagi “ kayanya sengaja banget yah, tuh cewe ney , langsung ganti pp berdua langsung berpacaran dengan tanggal yang di pertegas, engga malu ya itu ney tanggal segitu kan masih jadian sama kamu, tanggal segitu ? 1 bln lebih berarti kamu di khianatin ? “ dengan nadanya yang meninggi
“ enough ^_^, jangan membahas hal yang engga perlu say, udah berlalu kan ? jangan membahas luka lama oke , I fine ko suwer , engga apa-apa ko malah kamu yang riweh, yang punya fb sapa ?  yang terima pertemanan siapa ? aku dan harus ditegaskan this my life honey “
“ iya tapi kan engga harus gitu juga “
“ harus, say and you must remember I don’t care about him again oke , understand “ dengan nada bicaraku yang tegas mungkin dia tau aku sudah memutuskan maka dengan hanya lemas sahabat tercintaku itu hanya menjawab “ understand “
Yah, itu memang telah berlalu, bukan hal yang patut untuk di buka-buka walaupun ada kenangan manis yang akan selalu aku ingat sebagai sosoknya sebelum menyakitiku.

Dalam lamunan juga aku berpikir, mungkin juga memang salahku yang terlalu baik ^_^, terlalu perhatian, terlalu mencoba mengerti, mungkin yang dia ingin seperti halnya pacarnya sekarang tidak berpikir dewasa dan lebih bijaksana daripada dia, karena sering kali dia berkata aku lebih bias bijaksana di bandingkan dia.

Tapi itu semua hanya pemikiranku saja, aku tidak tau pikiran orang itu. Yang jelas saat ini, aku menulis ini bukan karena memiliki maksud apapun hanya sedikit iseng karena melihat-lihat hal yang lalu.

Walaupun ada 1 status yang mengingatkanku pada hal yang benar-benar aku sayangkan .
Ini hanya mengenang yah , jangan berpikir yang macem-macem.

Aku ingat status saat dia wisuda, aku sampai izin ke kantor disaat rapat yang penting hanya karena aku berpikir dia marah karena aku tidak bias dating di hari bahagianya, dan mungkin dia tidak memahami maksudku dengan egoisnya dia berkata marah dan kecewa, aku begitu khawatir dan menelponya berulang kali dan tidak di jawabnya, dia mungkin tidak tau dari jam berapa aku menunggunya, berapa buket mawar yang aku beli dan akhirnya malah aku buang karena kecewa. Menangis di luar kampusnya dan ingin pulang kembali, saat sahabatku juga ingin melihat sahabat karibnya yang berwisuda juga bersamaan dengan dia aku urungkan niatku untuk pulang, ku hapus air mata yang masih mengenang di pelupuk mataku, ku hiasi wajah ini dengan senyuman.

Niatku hanya ingin bersenang ria menemani sahabatku, ikut senang dengannya hingga ku putuskan untuk ikut bersamanya membeli buket mawar yang lainnya, bukan untuk bertemu dengan orang itu tapi disaat memilih mawarpun yang aku ingat hanya dia, sahabatku bahkan bertanya mengapa aku tidak membeli mawar berwarna merah atau pink.

Aku tidak menyebutkan alasanku mengapa aku membeli mawar putih berhiaskan bercak biru sebagai penghiasnya. Aku berpikir putih adalah lambangku tulus untuk cintainya ( dulu ) dan biru adalah alas an ketenangan untukku. But.., cukup sampai situ saja mengenangnya karena kesananya tidak patut dikenang.

Ada juga kenangan lain di media social yang lain, yaitu twitter ! dulu karena orang itu tidak tau akan passwordnya disaat aku sedih akan dia, aku selalu menulisnya di twitter dan media social ini lebih memberikan kenangan tersakitinya aku, so aku mulai menghapus satu persatu twet itu dank u kosongkan semua isi twitterku, dengan membuka lembaran baru .

Dengan orang yang baru ^_^, oke cukup kenang mengenangnya back to my new world .
Now story about him : My sunny
Dia , yah dia harus dari mana kumulai cerita tentang dia ,
Harus kah ku mulai dari 6 tahun yang lalu ? saat memasuki sekolah menengah ? kurasa tidak kita mulai saja di masa sulit ku, dimasa aku masih menangisi orang yang tak layak untuk ku tangisi, di masa aku kecewa, yah dia hadir disana mengalahkan semua orang yang peduli padaku, hanya dia yang selalu ada walau aku abaikan atau aku larang untuk mencampuri urusanku.
Hanya dia yang selalu tiba-tiba datang disaat aku bersedih bahkan mengalahkan my oppa, kenapa aku bilang begitu mungkin karena walaupun oppa ada tapi waktunya bukan full untukku berbeda halnya dengan dia.

Ku ceritakan sekilas tentang dia, dia semester 7 di universitas yang bahkan aku tidak berkhayal untuk study disana karena aku paham keadaanku , yah UI. Disanalah dia menuntut ilmu dan tidak heran untukku kalau di sudah mulai menyusun skripsinya, karena memang dia jauh lebih pintar di bandingkan aku , dan bisa di bilang his my rival pada waktu sekolah menengah dulu.
Komunikasi kami terjalin dengan baik selama 6 tahun ini walaupun saat telah lulus terkadang kami tetap bersilaturahmi dan hanya menanyakan kabar masing-masing.

Tidak heran dia bias memaksaku menangis di hari pertama kami bertemu kembali, aku masih teringat ucapanya dan percakapan itu .

22 Januari 2014

“ hey, little girl , lama engga jumpa dan hmmm tambah sedikit ndut ya ^_^ “
Sontak saja candaan itu membuatku tertawa dan berpikir ternyata dia tidak berubah dari 5 tahun yang lalu tetap rival yang suka mengoda ku.

“ ya, terus kenapa kalau aku gendutan ? masalah buat daus “
“ engga, ko makin cantik “

“ jangan buat gr ddeh, engga ngaruh buat ak , nd you know that “
“ ya, aku tau ko little girl doank tuh yang engga mempan sama rayuan aku , padahal cewek lain pasti langsung GR terus deketin aku “

“ dan dari dulu aku risih sama daus yang selalu deket-deket meja aku dan dengan berisiknya cewek-cewek itu ngerumpi sama kamu “

“haha masih inget juga ternyata, hey little girl kenapa status di twitternya galau terus “
Pertanyaan yang langsung membuat aku terdiam, dan engga tau harus jawab apa
“ engga apa-apa ko  “ jawabku lirih

“ yakin ? ko galau gitu ? kenpa statusnya tentang kecewa semua, kenapa statusnya tentang nyemangatin diri sendiri kenapa juga buat status kalau engga mau di Tanya orang tentang statusnya “
“aku buat status bukan berarti orang lain harus kepo “
“aku nanya karena aku tau kamu dan aku tau disaat kamu buat status kamu pengin orang untuk nanya dan nemenin kamu “

“ jangan so tau tentang aku ! kita aja udah ga ketemu lebih dari 2 tahun kan sejak lulus smk, kamu boleh bilang kamu ngerti aku dulu tapi enggak sekarang “

“ aku tau kamu engga berubah, aku tau yuri yang dulu dan aku juga paham yuri yang sekarang “
“ jangan berdebat sama aku di hari pertama kita ketemu lagi “

“ jangan bohong sama aku di hari pertama kita ketemu “ ucapan itu membuat aku menoleh padanya dan mencoba menyembunyikan ekspresi lelahku .

“kamu pikir selama ini aku enggak merhatiin kamu ? dari kamu putus sama heri, dari setelah lulus aku selalu merhatiin kamu lewat langsung maupun lewat status social kamu, kamu piker aku engga tau blog kamu ? kamu piker aku engga merhatiin kamu ? aku tau semua perkembangan kamu , aku tau semua rasa sakit kamu walaupun aku hanya sekedar memperhatikan ! aku pingin banget ada saat kamu putus sama heri tapi disaat aku ingin dekat kamu bilang sahabat-sahabat kamu ada untuk kamu, dan aku urungkan niat untuk dekat dengan kamu lagi dan aku menyesal telah memilih keputusan itu karena aku membiarkan orang lain mendekati kamu dan malah lebih menyakiti kamu di bandingkan heri “

“ apa maksudnya bahas masa lalu ? “ hanya itu yang bisa aku ucapkan karena aku mulai tidak bisa menahan tangisku

“ little girl please aku bukan orang asing buat kamu !! aku benci kamu selalu jaga jarak sama aku, padahal aku tau apa yang kamu rasain “

“ lepasin “ ucapku saat dia tiba-tiba memelukku.
“terserah mau pukul aku , mau gigit aku terserah aku engga akan lepasin kamu “
Aku hanya meronta dan memukulnya, menamparnya dengan keras dan bahkan itu tidak berefek terhadap pelukannya yang makin mengerat, yah dia tidak berubah dulu juga pernah ada kejadian seperti ini disaat aku kecewa karena aku kalah lomba di kabupaten aku bahkan memukulnya hingga akhirnya aku hanya menangis di pelukannya.

Dan itulah yang juga terjadi saat ini yang aku lakukan malah menangis.
Mungkin aku bahkan tidak hanya menangis bahkan terlelap karena saking asiknya menangis -_- begitu bangun mata sepet banget silau,

“ udah bangun ? pulang yuk aku anterin udah jam 8 nich “
Aku engga tau kenapa aku bisa di dalam mobilnya dia, mungkin di gotong tapi ko engga kerasa yah stupid banget yah adehhhh yuri
“ iya, hmm soal tadi .. “ ucapku memulai
“ santai aja kali little girl, engga aku apa-apain ko daripada di luar masih mending tidur di mobil “
“ thanks “

Saking malunya Cuma itu yang bisa aku ucapin waktu pertama ketemu dia lagi, dan sejak saat itu dia selalu ada buat aku, selalu berusaha nenangin dan diam-diam dia merebut tempat oppa disisi aku, dia-diam dia mulai mengisi semua hari ini dengan hadirnya dia di lembaran baru yang aku tulis ini, wish you always side me my sunny . :*


This my new story about you ^-^ . 

0 komentar:

Posting Komentar