“iseng “ yah satu kata itulah
yang saat ini terpikirkan, logika dari penalaran tindakan yang aku lakukan,
Seperti halnya orang yang tidak
memiliki aktivitas karena dilarang untuk tidak keluar rumah hari ini, padahal
ini weekend, serasa anak kecil yang terkurung di dalam rumah.
Kubuka, baca dan lihat status di
salah satu media social yang aku punya, facebook story, mengenang lebih
tepatnya kata-kata dulu yang pernah aku buat dan mewakili asa ku, tahun demi
tahun ku lihat ada sedih, senang, penantian, kerinduan , sakit hati dan hal-hal
kecil lainnya.
Aku berpikir tidak bisa lagi
melihat orang yang menyakitiku karena aku telah memblokir orang itu tapi
ternyata aku salah, karena story itu masih ada ! masih disana dan terlihat,
dengan foto profil pasangan barunya.
Sempat menghela nafas mengingat
semuanya apalagi membaca kata-kata cinta yang dulu dia ucapkan, janji itu dan
hal lainnya. Tapi sudah lama rasa ini mati untuknya ^_^ . sudah hilang semuanya
bahkan setelah melihat ulang aku bersyukur memilih keputusan yang tepat untuk
merelakan orang yang tidak tepat untukku.
Segera terpikirkan untuk
menghapus story dan list-list percakapan dengan orang itu tapi jika ingin
menghapusnya aku harus menghilangkan blokir pada orang tersebut dan aku tak
ingin,dan anehnya lagi tidak bisakah aku lepas dari hubungan mereka? Tuhan aku
sudah mengikhlaskan sungguh ! tapi seakan mereka tidak ingin aku menghilang,
pacar barunya malah meminta pertemanan di fb dan aku tidak ada dendam apapun
padanya dan aku juga tidak memiliki rasa lagi terhadap orang itu, dan aku tidak
ingin di anggap pengecut karena tidak menerima permintaan pertemanannya.
Maka, aku terima saja ! begitu
aku terima, seseorang langsung bertanya padaku,
“ honey kenapa diterima ? “
“hmmm, engga apa2 ko toh dia juga
engga akan macem2in aku “ ucapku santai pada sahabat terbaikku
Yah, aku tau dia
mengkhawatirkanku tapi itu tidak perlu aku sudah tidak menganggap atau ingat
aku pernah memiliki kekasih orang itu .
Yah, sudah sejak lama aku tidak
menyebut namanya, karena aku tak ingin ^_^ .
Sampai ia berkata lagi “ kayanya
sengaja banget yah, tuh cewe ney , langsung ganti pp berdua langsung berpacaran
dengan tanggal yang di pertegas, engga malu ya itu ney tanggal segitu kan masih
jadian sama kamu, tanggal segitu ? 1 bln lebih berarti kamu di khianatin ? “
dengan nadanya yang meninggi
“ enough ^_^, jangan membahas hal
yang engga perlu say, udah berlalu kan ? jangan membahas luka lama oke , I fine
ko suwer , engga apa-apa ko malah kamu yang riweh, yang punya fb sapa ? yang terima pertemanan siapa ? aku dan harus
ditegaskan this my life honey “
“ iya tapi kan engga harus gitu
juga “
“ harus, say and you must
remember I don’t care about him again oke , understand “ dengan nada bicaraku
yang tegas mungkin dia tau aku sudah memutuskan maka dengan hanya lemas sahabat
tercintaku itu hanya menjawab “ understand “
Yah, itu memang telah berlalu,
bukan hal yang patut untuk di buka-buka walaupun ada kenangan manis yang akan
selalu aku ingat sebagai sosoknya sebelum menyakitiku.
Dalam lamunan juga aku berpikir,
mungkin juga memang salahku yang terlalu baik ^_^, terlalu perhatian, terlalu
mencoba mengerti, mungkin yang dia ingin seperti halnya pacarnya sekarang tidak
berpikir dewasa dan lebih bijaksana daripada dia, karena sering kali dia berkata
aku lebih bias bijaksana di bandingkan dia.
Tapi itu semua hanya pemikiranku
saja, aku tidak tau pikiran orang itu. Yang jelas saat ini, aku menulis ini
bukan karena memiliki maksud apapun hanya sedikit iseng karena melihat-lihat
hal yang lalu.
Walaupun ada 1 status yang
mengingatkanku pada hal yang benar-benar aku sayangkan .
Ini hanya mengenang yah , jangan
berpikir yang macem-macem.
Aku ingat status saat dia wisuda,
aku sampai izin ke kantor disaat rapat yang penting hanya karena aku berpikir
dia marah karena aku tidak bias dating di hari bahagianya, dan mungkin dia
tidak memahami maksudku dengan egoisnya dia berkata marah dan kecewa, aku
begitu khawatir dan menelponya berulang kali dan tidak di jawabnya, dia mungkin
tidak tau dari jam berapa aku menunggunya, berapa buket mawar yang aku beli dan
akhirnya malah aku buang karena kecewa. Menangis di luar kampusnya dan ingin
pulang kembali, saat sahabatku juga ingin melihat sahabat karibnya yang
berwisuda juga bersamaan dengan dia aku urungkan niatku untuk pulang, ku hapus
air mata yang masih mengenang di pelupuk mataku, ku hiasi wajah ini dengan
senyuman.
Niatku hanya ingin bersenang ria
menemani sahabatku, ikut senang dengannya hingga ku putuskan untuk ikut
bersamanya membeli buket mawar yang lainnya, bukan untuk bertemu dengan orang
itu tapi disaat memilih mawarpun yang aku ingat hanya dia, sahabatku bahkan
bertanya mengapa aku tidak membeli mawar berwarna merah atau pink.
Aku tidak menyebutkan alasanku
mengapa aku membeli mawar putih berhiaskan bercak biru sebagai penghiasnya. Aku
berpikir putih adalah lambangku tulus untuk cintainya ( dulu ) dan biru adalah
alas an ketenangan untukku. But.., cukup sampai situ saja mengenangnya karena
kesananya tidak patut dikenang.
Ada juga kenangan lain di media
social yang lain, yaitu twitter ! dulu karena orang itu tidak tau akan
passwordnya disaat aku sedih akan dia, aku selalu menulisnya di twitter dan
media social ini lebih memberikan kenangan tersakitinya aku, so aku mulai
menghapus satu persatu twet itu dank u kosongkan semua isi twitterku, dengan
membuka lembaran baru .
Dengan orang yang baru ^_^, oke
cukup kenang mengenangnya back to my new world .
Now story about him : My sunny
Dia , yah dia harus dari mana
kumulai cerita tentang dia ,
Harus kah ku mulai dari 6 tahun
yang lalu ? saat memasuki sekolah menengah ? kurasa tidak kita mulai saja di
masa sulit ku, dimasa aku masih menangisi orang yang tak layak untuk ku
tangisi, di masa aku kecewa, yah dia hadir disana mengalahkan semua orang yang
peduli padaku, hanya dia yang selalu ada walau aku abaikan atau aku larang
untuk mencampuri urusanku.
Hanya dia yang selalu tiba-tiba
datang disaat aku bersedih bahkan mengalahkan my oppa, kenapa aku bilang begitu
mungkin karena walaupun oppa ada tapi waktunya bukan full untukku berbeda
halnya dengan dia.
Ku ceritakan sekilas tentang dia,
dia semester 7 di universitas yang bahkan aku tidak berkhayal untuk study
disana karena aku paham keadaanku , yah UI. Disanalah dia menuntut ilmu dan
tidak heran untukku kalau di sudah mulai menyusun skripsinya, karena memang dia
jauh lebih pintar di bandingkan aku , dan bisa di bilang his my rival pada
waktu sekolah menengah dulu.
Komunikasi kami terjalin dengan
baik selama 6 tahun ini walaupun saat telah lulus terkadang kami tetap
bersilaturahmi dan hanya menanyakan kabar masing-masing.
Tidak heran dia bias memaksaku
menangis di hari pertama kami bertemu kembali, aku masih teringat ucapanya dan
percakapan itu .
22 Januari 2014
“ hey, little girl , lama engga
jumpa dan hmmm tambah sedikit ndut ya ^_^ “
Sontak saja candaan itu membuatku
tertawa dan berpikir ternyata dia tidak berubah dari 5 tahun yang lalu tetap
rival yang suka mengoda ku.
“ ya, terus kenapa kalau aku
gendutan ? masalah buat daus “
“ engga, ko makin cantik “
“ jangan buat gr ddeh, engga
ngaruh buat ak , nd you know that “
“ ya, aku tau ko little girl
doank tuh yang engga mempan sama rayuan aku , padahal cewek lain pasti langsung
GR terus deketin aku “
“ dan dari dulu aku risih sama
daus yang selalu deket-deket meja aku dan dengan berisiknya cewek-cewek itu
ngerumpi sama kamu “
“haha masih inget juga ternyata,
hey little girl kenapa status di twitternya galau terus “
Pertanyaan yang langsung membuat
aku terdiam, dan engga tau harus jawab apa
“ engga apa-apa ko “ jawabku lirih
“ yakin ? ko galau gitu ? kenpa
statusnya tentang kecewa semua, kenapa statusnya tentang nyemangatin diri
sendiri kenapa juga buat status kalau engga mau di Tanya orang tentang
statusnya “
“aku buat status bukan berarti
orang lain harus kepo “
“aku nanya karena aku tau kamu
dan aku tau disaat kamu buat status kamu pengin orang untuk nanya dan nemenin
kamu “
“ jangan so tau tentang aku !
kita aja udah ga ketemu lebih dari 2 tahun kan sejak lulus smk, kamu boleh
bilang kamu ngerti aku dulu tapi enggak sekarang “
“ aku tau kamu engga berubah, aku
tau yuri yang dulu dan aku juga paham yuri yang sekarang “
“ jangan berdebat sama aku di
hari pertama kita ketemu lagi “
“ jangan bohong sama aku di hari
pertama kita ketemu “ ucapan itu membuat aku menoleh padanya dan mencoba
menyembunyikan ekspresi lelahku .
“kamu pikir selama ini aku enggak
merhatiin kamu ? dari kamu putus sama heri, dari setelah lulus aku selalu
merhatiin kamu lewat langsung maupun lewat status social kamu, kamu piker aku
engga tau blog kamu ? kamu piker aku engga merhatiin kamu ? aku tau semua
perkembangan kamu , aku tau semua rasa sakit kamu walaupun aku hanya sekedar
memperhatikan ! aku pingin banget ada saat kamu putus sama heri tapi disaat aku
ingin dekat kamu bilang sahabat-sahabat kamu ada untuk kamu, dan aku urungkan
niat untuk dekat dengan kamu lagi dan aku menyesal telah memilih keputusan itu
karena aku membiarkan orang lain mendekati kamu dan malah lebih menyakiti kamu
di bandingkan heri “
“ apa maksudnya bahas masa lalu ?
“ hanya itu yang bisa aku ucapkan karena aku mulai tidak bisa menahan tangisku
“ little girl please aku bukan
orang asing buat kamu !! aku benci kamu selalu jaga jarak sama aku, padahal aku
tau apa yang kamu rasain “
“ lepasin “ ucapku saat dia
tiba-tiba memelukku.
“terserah mau pukul aku , mau
gigit aku terserah aku engga akan lepasin kamu “
Aku hanya meronta dan memukulnya,
menamparnya dengan keras dan bahkan itu tidak berefek terhadap pelukannya yang
makin mengerat, yah dia tidak berubah dulu juga pernah ada kejadian seperti ini
disaat aku kecewa karena aku kalah lomba di kabupaten aku bahkan memukulnya
hingga akhirnya aku hanya menangis di pelukannya.
Dan itulah yang juga terjadi saat
ini yang aku lakukan malah menangis.
Mungkin aku bahkan tidak hanya
menangis bahkan terlelap karena saking asiknya menangis -_- begitu bangun mata
sepet banget silau,
“ udah bangun ? pulang yuk aku
anterin udah jam 8 nich “
Aku engga tau kenapa aku bisa di
dalam mobilnya dia, mungkin di gotong tapi ko engga kerasa yah stupid banget
yah adehhhh yuri
“ iya, hmm soal tadi .. “ ucapku
memulai
“ santai aja kali little girl,
engga aku apa-apain ko daripada di luar masih mending tidur di mobil “
“ thanks “
Saking malunya Cuma itu yang bisa
aku ucapin waktu pertama ketemu dia lagi, dan sejak saat itu dia selalu ada
buat aku, selalu berusaha nenangin dan diam-diam dia merebut tempat oppa disisi
aku, dia-diam dia mulai mengisi semua hari ini dengan hadirnya dia di lembaran
baru yang aku tulis ini, wish you always side me my sunny . :*
This my new story about you ^-^ .
0 komentar:
Posting Komentar