rasa malas menghantui disaat sudah waktunya untuk memulai aktivitas kembali, berkerja dan melawan rasa lelah karena harus bertemu lagi dengan macetnya perjalanan menuju kantor !! mengapa jalan yang aku lalui selalu padat dengan aktivitas kendaraan. pikiran lucu yang harusnya aku tepiskan.
tapi ada sesuatu yang mengejutkan yang tidak seperti biasanya terjadi di kantor ini begitu aku mulai masuk kedalamnya, suasana yang sangat hening ! apakah di libur kan hari ini ? sepi ? tapi banyak kendaraan di luar yang terparkir ?
melangkah semakin dalam dan akhirnya aku tau apa yang terjadi
karena semua orang berkumpul dalam satu ruangan dan mendengarkan seseorang yang sedang berbicara di hadapan mereka . siapa ? pria itu ?
" oh god "
semua mata memandang ke arah suara ku, dan aku hanya mampu menutup mulutku dan ingin sekali untuk berlari pergi saat itu juga.
" nah, sudah masuk semua karyawan kita, kenalkan yuri , namanya firdaus utusan dari pusat untuk memantau kinerja kita sebagai cabang "
jleb, ucapan itu menusuk ku. orang pusat ? dia, sungguh begini kah nasib ku ? :'(
" hai, yuri salam kenal, bertemu lagi kita ! dan saya sudah tau ini akan terjadi "
oh tuhan dengan santainya orang itu dapat berbicara seperti ini ?
" kalian sudah pernah bertemu " ucap manajerku
" tentu pa, dan itu pertemuan yang menyenangkan "
aku bisa gila jika seperti ini terus. apakah ini kebetulan yang biasa atau ini memang kesengajaan ?
kini harus bagaimana ku mulai kesibukan ku jika dia ada disini, seolah terus memperhatikan pekerjaanku atau diriku, tersenyum disaat aku melihatnya dengan kesal.
oh hari-hariku yang menyenangkan bisa hilang saat dia terus disini !!
setiap saat hanya melihat jam yang berdetak di dinding ingin rasa segera tidak melihatnya disekitar ku.
dan tiba juga waktu yang di nanti, waktunya untuk pulang dan melanjutkan aktivitas kuliah seperti biasa bertemu sahabat, bermanja dan melupakan lelah, tapi sayang rasanya baru saja menginjak tangga menuju langit dan dihempaskan serta jatuh ke bumi tempat berpijak, saat mendengar suara itu berkata
" yuri, "
" ada yang bisa saya bantu pa ? "
" tidak usah formal dengan saya, toh usia kita hanya berpaut 2 tahun bukan "
" berpaut 2 tahun dengan status pekerja yang berbeda, lulusan univ terkemuka, nilai cemerlang, jadi pengawas di usia anda ? berbeda dengan saya pa, saya hanya seorang akuntan junior dan saya belum lulus dalam study saya "
" ternyata kamu cukup mendengarkan juga saat meeting tadi, saya kira kamu lebih senang untuk mendengarkan radio daripada tentang saya "
" ada lagi apa yang ingin di sampaikan ? karena saya ingin melanjutkan aktivitas saya yang lain "
"saya hanya ingin mengantar kamu pulang "
"bapa tidak lihat saya membawa kendaraan saya sendiri ? apakah bapa juga tidak ingat tentang kejadian malam kemarin "
begitu berkata seperti itu, aku melihat ekspresinya berubah tidak ada senyum lembut diwajahnya, apakah aku terlalu kasar .
" kamu mengingatkan saya tentang kejadian yang tidak akan saya lupakan, tapi apakah cowok itu tidak bilang ke kamu bahwa aku tidak percaya dan aku tidak akan menyerah di awal pada saat aku ingin memulai "
" apa maksud dari perkataan anda ? apa yang oppa bicarakan "
"ternyata tidak bilang, cowok itu bilang kamu pacarnya, jangan coba dekat, menghubungi bahkan berniat untuk bilang menyukai karena anda adalah miliknya dan akan segera menikah, yang saya yakini itu adalah bohong "
"mengapa anda pikir dia berbohong, itu benar lalu bisakah anda tidak menganggu saya ?"
"saya tau itu bohong, saya memang baru mengenal anda tapi saya adalah orang yang akan tau sikap seseorang dengan sekali bertemu dan berbincang-bincang, anda bukanlah orang yang akan berpikir kesana lebih cepat dibandingkan anda memikirkan study, karir, dan keluarga . Saya yakin menikah adalah urutan yang bukan prioritas anda saat ini. anda adalah orang yang terlalu keras kepala, manja, tidak suka di atur, tidak suka di kekang dan lebih memilih kebebasan dan kenyamanan, saya yakin itu "
" sudah cukup mengobrolnya ya pa, terimakasih opininya "
"tidak penasaran dengan jawaban saya ke cowok itu ? saya hanya bilang jika memang benar kamu pacarnya temui saya, karena saya tidak akan menyerah untuk bisa bersama kamu "
"bukankah anda itu benar-benar aneh? bersama saya ? anda pikir anda siapa "
"saya bukan aneh, saya hanya bertemu kamu di hari-hari saya yang tanpa warna, dan saya melihat kamu berbeda "
"saya bukan mainan jika anda merasa bosan "
" kamu bukan mainan , bertemu kamu adalah harapan saya untuk bisa menjalani semua hal yang menarik dan nyaman "
ku sudahi percakapan itu dan hanya berlalu pergi. terlalu membuat emosi naik dan turun disaat yang sama dan itu membuat aku merasa pusing. tapi aku malah menuju arah yang lain bukan arah menuju kampus tapi berbelok dan baru sadar telah sampai dirumah seseorang yang selalu menemani, aku bahkan tak sadar telah mengetuk pintunya sampai seseorang muncul di pintu itu.
" hai, my little girl , ko ada disini ? engga kuliah,bolos,kenapa ?"
ucapan yang keluar dari mulut ini pertama kali malah pertanyaan bodoh
" kenapa bilang kalau oppa pacar aku ? "
"siapa yang bilang ? "
"emangnya berapa orang yang oppa bilang kalau oppa pacar aku "
"hemmm aku engga inget, yaudah masuk dulu aja atuh jangan di depan pintu "
""jawab dulu aku "
"mulai deh marah-marahnya " tidak hanya berbicara dia menarik lenganku dan menyuruhku duduk
" dengar ya little girl, emangnya salah kalau aku bilang gitu ? emangnya salah aku ngelindungin kamu dari mereka ? emang salah kalau aku bilang gitu ? "
"salah !! yang pertama aku bukan pacar oppa, yang ke 2 klo mau ngelindungin aku kan banyak cara lain "
"engga suka aku bilang gitu sama mereka ? toh kenyataanya aku memang sayang kamu kan ! dan kamu juga tau itu tapi aku khawatir sama hubungan kita yang kaya gini, kamu tau aku khawatir aku tuh engga punya wewenang apapun untuk ngelarang kamu supaya engga deket sama cowok lain dan itu nyiksa aku banget , please pikirin juga perasaan aku "
aku bahkan engga tau harus bilang apa, selama ini aku bahkan mengesampingkan perasaan oppa, aku bahkan menganggap kata-kata bahwa dia sayang aku itu tidak pernah aku dengar, dan aku tau itu menyakiti dia, dan sekarang benar-benar membuat aku sadar aku begitu egois.
" jawab aku !! kita ini apa ? hubungan kita apa ? "
" oppa , maksud aku kesini tuh bukan mau ngomongin itu ! "
"tapi udah terlanjurkan ! dan aku mau tau saat ini juga "
" aku tau oppa sayang, aku tau oppa selalu ada tapi oppa juga tau kenapa aku selama 1 tahun ini engga jawab pertanyaan oppa "
" alesan itu lagi yang kamu ucapin ! aku tau kamu trauma untuk hubungan pacaran , aku tau honey tapi aku enggak akan nyakitin kamu., oke gini aja kalau kamu enggak mau kita punya hubungan pacaran aku enggak apa-apa tapi aku pingin kamu bilang sama aku ! kalau kamu itu milik aku, karena dengan begitu aku bisa mastiin aku punya hak atas kamu "
terlalu bingung akan semua hal tanpa sadar aku malah menganggukan kepala dan tersadar aku melakukan hal itu sampai oppa memelukku.
" really happy, thanks dear remember you're mine ! "
aku hanya terdiam dan tidak bisa memikirkan apapun, cukup berat hari ini . hanya ingin terdiam sejenak tidak tau apa yang akan terjadi nanti.
" sudah cukup mengobrolnya ya pa, terimakasih opininya "
"tidak penasaran dengan jawaban saya ke cowok itu ? saya hanya bilang jika memang benar kamu pacarnya temui saya, karena saya tidak akan menyerah untuk bisa bersama kamu "
"bukankah anda itu benar-benar aneh? bersama saya ? anda pikir anda siapa "
"saya bukan aneh, saya hanya bertemu kamu di hari-hari saya yang tanpa warna, dan saya melihat kamu berbeda "
"saya bukan mainan jika anda merasa bosan "
" kamu bukan mainan , bertemu kamu adalah harapan saya untuk bisa menjalani semua hal yang menarik dan nyaman "
ku sudahi percakapan itu dan hanya berlalu pergi. terlalu membuat emosi naik dan turun disaat yang sama dan itu membuat aku merasa pusing. tapi aku malah menuju arah yang lain bukan arah menuju kampus tapi berbelok dan baru sadar telah sampai dirumah seseorang yang selalu menemani, aku bahkan tak sadar telah mengetuk pintunya sampai seseorang muncul di pintu itu.
" hai, my little girl , ko ada disini ? engga kuliah,bolos,kenapa ?"
ucapan yang keluar dari mulut ini pertama kali malah pertanyaan bodoh
" kenapa bilang kalau oppa pacar aku ? "
"siapa yang bilang ? "
"emangnya berapa orang yang oppa bilang kalau oppa pacar aku "
"hemmm aku engga inget, yaudah masuk dulu aja atuh jangan di depan pintu "
""jawab dulu aku "
"mulai deh marah-marahnya " tidak hanya berbicara dia menarik lenganku dan menyuruhku duduk
" dengar ya little girl, emangnya salah kalau aku bilang gitu ? emangnya salah aku ngelindungin kamu dari mereka ? emang salah kalau aku bilang gitu ? "
"salah !! yang pertama aku bukan pacar oppa, yang ke 2 klo mau ngelindungin aku kan banyak cara lain "
"engga suka aku bilang gitu sama mereka ? toh kenyataanya aku memang sayang kamu kan ! dan kamu juga tau itu tapi aku khawatir sama hubungan kita yang kaya gini, kamu tau aku khawatir aku tuh engga punya wewenang apapun untuk ngelarang kamu supaya engga deket sama cowok lain dan itu nyiksa aku banget , please pikirin juga perasaan aku "
aku bahkan engga tau harus bilang apa, selama ini aku bahkan mengesampingkan perasaan oppa, aku bahkan menganggap kata-kata bahwa dia sayang aku itu tidak pernah aku dengar, dan aku tau itu menyakiti dia, dan sekarang benar-benar membuat aku sadar aku begitu egois.
" jawab aku !! kita ini apa ? hubungan kita apa ? "
" oppa , maksud aku kesini tuh bukan mau ngomongin itu ! "
"tapi udah terlanjurkan ! dan aku mau tau saat ini juga "
" aku tau oppa sayang, aku tau oppa selalu ada tapi oppa juga tau kenapa aku selama 1 tahun ini engga jawab pertanyaan oppa "
" alesan itu lagi yang kamu ucapin ! aku tau kamu trauma untuk hubungan pacaran , aku tau honey tapi aku enggak akan nyakitin kamu., oke gini aja kalau kamu enggak mau kita punya hubungan pacaran aku enggak apa-apa tapi aku pingin kamu bilang sama aku ! kalau kamu itu milik aku, karena dengan begitu aku bisa mastiin aku punya hak atas kamu "
terlalu bingung akan semua hal tanpa sadar aku malah menganggukan kepala dan tersadar aku melakukan hal itu sampai oppa memelukku.
" really happy, thanks dear remember you're mine ! "
aku hanya terdiam dan tidak bisa memikirkan apapun, cukup berat hari ini . hanya ingin terdiam sejenak tidak tau apa yang akan terjadi nanti.
0 komentar:
Posting Komentar