Cuaca di hari itu membuatku ingin mengenang masa lalu, jadi kuputuskan untuk mengunjungi tempat yang pernah ada disetiap cerita ku dengannya, ku telusur lagi kisah ini dari awal saat aku pertama kali bersamanya, mengenang semuanya yang berawal dari tempat wisata dari salah satu kota ini.
melangkah mengenang semua, mengingat semua tempat yang pernah kita kunjungi , tawa canda itu seperti terbayang kembali. Bukan maksudku untuk mengenang mu tapi kenangan indah itu biarlah jadi penghibur ku disaat aku lelah. tanpa sadar aku hanya duduk terdiam mendengar lagu-lagu yang pernah kita jadikan perwakilan rasa untuk semua hal saat aku bersamamu.
aku menutup mataku menikmati sejuknya tempat ini, tempat yang memang umum tapi memiliki arti besar untuk semua kisah kita, aku masih ingat saat kita pertama kali kamu menanyakan perasaan ku ditempat ini dan memberikan sebuah kalung cantik dengan liontin bunga sebagai lambang namaku.
aku juga masih ingat janji-janji yang kamu sebutkan dulu, yang membuatku mengenang semuanya bahkan aku tidak sadar bahwa mengingat semua ini membuat aku menitikkan air mata kembali, sampai seseorang menyapa ku .
ku dengar lelaki itu berkata " hei , boleh saya mengganggu ! " ucapnya sambil menyodorkan sarung tangan biru di tangannya.
sebenarnya aku ingin berkata, aku ingin sendiri dan ya, aku merasa terganggu oleh hadirnya sesosok lelaki yang tidak aku kenal. tapi aku mengurungkan niat itu.
" saya rasa tidak, tapi terima kasih " ucapku sambil mengambil sarung tangan itu
" tidak usah berbicara formal sama aku " ucap lelaki itu
membuat aku merasa heran dengan penampilannya, bagaimana aku tidak berbicara formal dengannya
1. aku tidak mengenalnya
2. pakaiannya sangat formal, dan anehnya ini hari minggu ! adakah seorang yang sangat sibuk hingga bertamasya dengan baju kerjanya ?
" sebelumnya, terima kasih " ucapku sambil berdiri dan beranjak pergi
" hei " panggilnya lagi
aduh ini cowok kenapa sih, merusak mood yang lagi bagus -_-
" kenapa ? " tanyaku tanpa berbalik menghadapnya
" seharusnya aku yang nanya kenapa ? " ucapnya lagi
sungguh cowok ini benar-benar merusak moodku yang sedang bagus, walaupun parasnya lumayan namun aku sedang dalam mood yang terganggu oleh kehadirnya.
" kenapa apanya "
" kenapa menangis, mojok sendirian ditempat kaya gini ? yah, cuma aneh aja ! "
" aku ? aneh, bukannya yang aneh itu kamu ? salah jika sedang menikmati sejuknya cuaca disini, sudah ya ! permisi saya duluan "
orang aneh, yang aneh kan ya dia, manis sih ganteng malah tapi mencurigakan . pakai kemeja lengkap dengan sepatu kantor di hari minggu dan ditempat seperti ini ?? di tempat wisata ? aneh bukan .
aku hanya berlalu pergi dan meninggalkannya, aku bahkan takut untuk melihat ke belakang ya ini memang tempat wisata yang sejuk dan juga lumayan menyeramkan jika seorang diri karena luasnya wilayah wisata ini.
menyebalkan memang semuanya jadi rusak deh hari ceria ini.
langkah kaki membawa ku ke taman teratai untuk beristirahat sejenak . baru saja meluruskan kaki, menyandarkan pundak dan memejamkan mata, terasa hadirnya seseorang duduk disamping, aku langsung membuka mata dan melihat sosok yang tadi meyapaku.
rasanya seperti dia adalah penguntit " pikirku
" kenapa mengikuti ? engga takut disangka penguntit "
" saya rasa kamu yang takut malah, saya tidak keberatan di sebut seperti itu, toh saya memang mengikuti kamu " ucapan santai itu malah membuat aku bingung untuk menjawab
" lalu kenapa kamu mengikuti saya ? ya saya memang takut ada orang aneh yang tidak saya kenal mengikuti saya, saya juga berniat untuk berteriak dan memanggil keamanan "
" sayang sekali, maksud saya hanya ingin menemani kamu, tidak lebih ! saya tidak menyalahkan kamu jika kamu berpikir saya orang aneh :) "ucapnya sambil tersenyum , dan itu makin membuatku merasa dia orang yang sangat aneh.
" mengapa ingin menemani ? jika saya tidak ingin ditemani bisakah kamu berhenti mengikuti saya ?"
cowok itu malah tersenyum,mengulurkan tangannya dan berkata
" hmmm, kenalkan nama saya firdaus, jujur saya merasa bosan setelah pertemuan dengan kolega di hari minggu dan ditempat seperti ini pula, dan saya hanya ingin sekedar mengobrol dengan kamu "
" yang saya simpul kan dari kata-kata anda, maaf saya bukan wanita yang sembarangan . "
"hahahha girl's , bukan itu maksudku, kamu memakai hijab dan terlihat seperti wanita baik-baik, bukan ! saya tidak berpikir kamu wanita sembarangan, saya hanya merasa ingin mengenal kamu "
" makin mencurigakan dan aneh , mengapa nada ingin mengenal saya ?"
" mungkin kamu enggak sadar kalau dari tadi aku memperhatikan dan mengikuti kamu dari sekian banyak orang ditempat ini, dan saya juga tidak tau mengapa "
" klise , :) maaf saya sudah punya pacar " ucapan yang aku gunakan untuk menghadapi orang seperti dia
" sayang sekali, tapi sayang sekali juga saya tidak keberatan akan hal itu, kalau saya tidak salah mengucap saya bilang ingin mengenal kamu, saya tidak peduli jika kamu sudah memiliki pacar "
ucapan santai itu malah menikam ku
keras kepala sekali orang ini,
" baiklah saya menyerah, nama saya yuri "
"salam kenal yuri, mengapa sendiri ? dimana pacar kamu ? dan yang terpenting saya penasaran mengapa kamu menangis ? "
" tak bisakah kita berkenalan wajar dan lalu anda pergi ? mengapa baru kenal tapi sudah menanyakan banyak hal termasuk hal pribadi yang saya rasakan "
" hahaha good girl, ini menarik bukan ! saya rasa kamu yang menarik "
" terserah anda " ucapku sambil beranjak pergi , baru beberapa langkah berjalan ada seseorang yang memegang lengan ini.
" maaf jika saya menghentikan anda, saya hanya merasa tertarik dengan anda tidak lebih tapi rasa ingin tau saya tentang membuat saya kurang sopan terhadap anda, maafkan saya "
lagi-lagi aku menyerah terhadap ucapanya.
" baiklah , bagaimana saya harus memanggil anda ? " ucapku walau sambil berlalu
" just call me firdaus ! and thanks " ucapnya sambil mengikuti langkahku.
percakapan ringan kulakukan dengannya, aku bahkan berbohong aku menangis karena hari ini aniv hubunganku dengan pacar namun dia tak sempat datang, aku memang tak pandai berbohong :(
tapi aku rasa dia mempercayaiku.
dan why dengan hari ini, bertemu orang aneh, dimintai meminjamkan handphone oleh seorang nenek-nenek dan lebih parahnya terjebak hujan dengan cowok itu -_- sungguh hari yang melelahkan .
0 komentar:
Posting Komentar