Click Here For Free Blog Templates!!!
Blogaholic Designs

Pages

Semua yang aku tulis bukan berarti kisahku , semua yang kamu baca bukan berarti tentangmu

Rabu, 15 Oktober 2014

Bertemu Denganmu Adalah Harapan Last Part


rasa malas menghantui disaat sudah waktunya untuk memulai aktivitas kembali, berkerja dan melawan rasa lelah karena harus bertemu lagi dengan macetnya perjalanan menuju kantor !! mengapa jalan yang aku lalui selalu padat dengan aktivitas kendaraan. pikiran lucu yang harusnya aku tepiskan.


tapi ada sesuatu yang mengejutkan yang tidak seperti biasanya terjadi di kantor ini begitu aku mulai masuk kedalamnya, suasana yang sangat hening ! apakah di libur kan hari ini ? sepi ? tapi banyak kendaraan di luar yang terparkir ? 

melangkah semakin dalam dan akhirnya aku tau apa yang terjadi 
karena semua orang berkumpul dalam satu ruangan dan mendengarkan seseorang yang sedang berbicara di hadapan mereka . siapa ? pria itu ?
" oh god " 
semua mata memandang ke arah suara ku, dan aku hanya mampu menutup mulutku dan ingin sekali untuk berlari pergi saat itu juga.
" nah, sudah masuk semua karyawan kita, kenalkan yuri , namanya firdaus utusan dari pusat untuk memantau kinerja kita sebagai cabang "
jleb, ucapan itu menusuk ku. orang pusat ? dia, sungguh begini kah nasib ku ? :'( 
" hai, yuri salam kenal, bertemu lagi kita ! dan saya sudah tau ini akan terjadi "
oh tuhan dengan santainya orang itu dapat berbicara seperti ini ?
" kalian sudah pernah bertemu " ucap manajerku
" tentu pa, dan itu pertemuan yang menyenangkan "

aku bisa gila jika seperti ini terus. apakah ini kebetulan yang biasa atau ini memang kesengajaan ?
kini harus bagaimana ku mulai kesibukan ku jika dia ada disini, seolah terus memperhatikan pekerjaanku atau diriku, tersenyum disaat aku melihatnya dengan kesal.

oh hari-hariku yang menyenangkan bisa hilang saat dia terus disini !! 
setiap saat hanya melihat jam yang berdetak di dinding ingin rasa segera tidak melihatnya disekitar ku.

dan tiba juga waktu yang di nanti, waktunya untuk pulang dan melanjutkan aktivitas kuliah seperti biasa bertemu sahabat, bermanja dan melupakan lelah, tapi sayang rasanya baru saja menginjak tangga menuju langit dan dihempaskan serta jatuh ke bumi tempat berpijak, saat mendengar suara itu berkata
" yuri, "
" ada yang bisa saya bantu pa ? "
" tidak usah formal dengan saya, toh usia kita hanya berpaut 2 tahun bukan "
" berpaut 2 tahun dengan status pekerja yang berbeda, lulusan univ terkemuka, nilai cemerlang, jadi pengawas di usia anda ? berbeda dengan saya pa, saya hanya seorang akuntan junior dan saya belum lulus dalam study saya "
" ternyata kamu cukup mendengarkan juga saat meeting tadi, saya kira kamu lebih senang untuk mendengarkan radio daripada tentang saya "
" ada lagi apa yang ingin di sampaikan ? karena saya ingin melanjutkan aktivitas saya yang lain "
"saya hanya ingin mengantar kamu pulang "
"bapa tidak lihat saya membawa kendaraan saya sendiri ? apakah bapa juga tidak ingat tentang kejadian malam kemarin "
begitu berkata seperti itu, aku melihat ekspresinya berubah tidak ada senyum lembut diwajahnya, apakah aku terlalu kasar .

" kamu mengingatkan saya tentang kejadian yang tidak akan saya lupakan, tapi apakah cowok itu tidak bilang ke kamu bahwa aku tidak percaya dan aku tidak akan menyerah di awal pada saat aku ingin memulai "
" apa maksud dari perkataan anda ? apa yang oppa bicarakan "
"ternyata tidak bilang, cowok itu bilang kamu pacarnya, jangan coba dekat, menghubungi bahkan berniat untuk bilang menyukai karena anda adalah miliknya dan akan segera menikah, yang saya yakini itu adalah bohong "
"mengapa anda pikir dia berbohong, itu benar lalu bisakah anda tidak menganggu saya ?"
"saya tau itu bohong, saya memang baru mengenal anda tapi saya adalah orang yang akan tau sikap seseorang dengan sekali bertemu dan berbincang-bincang, anda bukanlah orang yang akan berpikir kesana lebih cepat dibandingkan anda memikirkan study, karir, dan keluarga . Saya yakin menikah adalah urutan yang bukan prioritas anda saat ini. anda adalah orang yang terlalu keras kepala, manja, tidak suka di atur, tidak suka di kekang dan lebih memilih kebebasan dan kenyamanan, saya yakin itu "
" sudah cukup mengobrolnya ya pa, terimakasih opininya "
"tidak penasaran dengan jawaban saya ke cowok itu ? saya hanya bilang jika memang benar kamu pacarnya temui saya, karena saya tidak akan menyerah untuk bisa bersama kamu "
"bukankah anda itu benar-benar aneh? bersama saya ? anda pikir anda siapa "
"saya bukan aneh, saya hanya bertemu kamu di hari-hari saya yang tanpa warna, dan saya melihat kamu berbeda "
"saya bukan mainan jika anda merasa bosan "
" kamu bukan mainan , bertemu kamu adalah harapan saya untuk bisa menjalani semua hal yang menarik dan nyaman "

ku sudahi percakapan itu dan hanya berlalu pergi. terlalu membuat emosi naik dan turun disaat yang sama dan itu membuat aku merasa pusing. tapi aku malah menuju arah yang lain bukan arah menuju kampus tapi berbelok dan baru sadar telah sampai dirumah seseorang yang selalu menemani, aku bahkan tak sadar telah mengetuk pintunya sampai seseorang muncul di pintu itu.
" hai, my little girl , ko ada disini ? engga kuliah,bolos,kenapa ?"
ucapan yang keluar dari mulut ini pertama kali malah pertanyaan bodoh
" kenapa bilang kalau oppa pacar aku ? "
"siapa yang bilang ? "
"emangnya berapa orang yang oppa bilang kalau oppa pacar aku "
"hemmm aku engga inget, yaudah masuk dulu aja atuh jangan di depan pintu "
""jawab dulu aku "
"mulai deh marah-marahnya " tidak hanya berbicara dia menarik lenganku dan menyuruhku duduk
" dengar ya little girl, emangnya salah kalau aku bilang gitu ? emangnya salah aku ngelindungin kamu dari mereka ? emang salah kalau aku bilang gitu ? "
"salah !! yang pertama aku bukan pacar oppa, yang ke 2 klo mau ngelindungin aku kan banyak cara lain "
"engga suka aku bilang gitu sama mereka ? toh kenyataanya aku memang sayang kamu kan ! dan kamu juga tau itu tapi aku khawatir sama hubungan kita yang kaya gini, kamu tau aku khawatir aku tuh engga punya wewenang apapun untuk ngelarang kamu supaya engga deket sama cowok lain dan itu nyiksa aku banget , please pikirin juga perasaan aku "

aku bahkan engga tau harus bilang apa, selama ini aku bahkan mengesampingkan perasaan oppa, aku bahkan menganggap kata-kata bahwa dia sayang aku itu tidak pernah aku dengar, dan aku tau itu menyakiti dia, dan sekarang benar-benar membuat aku sadar aku begitu egois.

" jawab aku !! kita ini apa ? hubungan kita apa ? "
" oppa , maksud aku kesini tuh bukan mau ngomongin itu  ! "
"tapi udah terlanjurkan ! dan aku mau tau saat ini juga "
" aku tau oppa sayang, aku tau oppa selalu ada tapi oppa juga tau kenapa aku selama 1 tahun ini engga jawab pertanyaan oppa "
" alesan itu lagi yang kamu ucapin ! aku tau kamu trauma untuk hubungan pacaran , aku tau honey tapi aku enggak akan nyakitin kamu., oke gini aja kalau kamu enggak mau kita punya hubungan pacaran aku enggak apa-apa tapi aku pingin kamu bilang sama aku ! kalau kamu itu milik aku, karena dengan begitu aku bisa mastiin aku punya hak atas kamu "

terlalu bingung akan semua hal tanpa sadar aku malah menganggukan kepala dan tersadar aku melakukan hal itu sampai oppa memelukku.
" really happy, thanks dear remember you're mine ! "

aku hanya terdiam dan tidak bisa memikirkan apapun, cukup berat hari ini . hanya ingin terdiam sejenak tidak tau apa yang akan terjadi nanti.



Selasa, 14 Oktober 2014

Bertemu denganmu adalah harapan part 2


Sungguh aneh hari ini, ceria ku langsung lenyap entah kemana ! oh day ,, 
rasanya lelah juga, walaupun saat ini aku sedang bersandar di bahu seseorang dan merasa sedikit kenyamanan saat bersamanya.

" kenapa dari tadi hela napas terus? "
" hihihi, lagi bad day oppa, gara-gara tadi tuh ada orang aneh yang muncul tiba-tiba "
" suruh siapa , aku ga boleh nemenin ! "
" iya lagi mau jalan sendiri tadi "
" terus sekarang lagi pingin di temenin gitu jadi kesini ? aku kaya mainan banget ya disaat kamu butuh aku ada, disaat enggak ya enggak ck. ck. ck bener-bener cewek egois "
" hemm emang egois kan tuh tau ! terus kenapa masih nempel sama aku ? kenapa engga pergi aja sana ? aku juga risih kalau ada oppa, bergantung jadi enggak mandiri "
" kamunya juga enggak ngejauhkan , terus kenapa aku harus menjauh ? kalau aku nyaman seperti ini "

aku tidak menjawab perkataannya karena memang itu kenyataannya, aku malah memejamkan mata dan istirahat sejenak dalam peluknya, samapi dering ponsel di tanganku membuat aku terbangun, oh pasti si papa " pikirku 
" jam berapa sekarang oppa ? " berpikir mungkin sudah lewat jam malam ku untuk pulang ke rumah, tapi tidak ada yang menjawabku, dan begitu aku berpaling pada sosok yang ternyata juga terlelap dalam tidurnya.
" hemmm, malah ikut-ikutan tidur " 
saat melihat handphone di tanganku , nomor itu bukan nomor papa, nomor baru yang tidak aku kenal dan ini baru pukul 20:00 belum jam malamku sehingga aku yakin itu bukan orang rumah yang menelpon.

" ya , halo "
" hey, yuri ! apakah saya menganggu ? sudah pulang kah kerumah ?"
oh, this voice -_- , orang yang merusak suasana hati hari ini , tapi mengapa dia tau nomor ini ? kapan aku ngasihnya ? engga pernah ! terus darimana 
" hey, ko tidak di jawab ? "
" yang seharusnya nanya bukannya saya ya? maaf dapet nomor ini dari mana ? "
" hanya mencuri sedikit informasi saat sebelum menyerahkan ponsel setelah terpinjam oleh nenek-nenek "
oiaa baru inget , dia yang ngembaliin -_- menyebalkan
" terus ? untuk apa kamu punya nomor saya ? " 
" kan saya sudah bilang dari awal ingin mengenal kamu "
" apakah anda seorang psikopat ? tadi pagi anda mengikuti saya ? sekarang anda menelpon saya ? "
" apakah salah jika saya hanya ingin mengenal kamu ? "
" tidak, hanya saja ini kejadian yang jarang orang lain rasakan , dan anda memang orang yang aneh "
"hemmmm, yang tlp siapa sih , sampai harus dengan nada tinggi gitu ? " ucap seseorang yang langsung memeluk ku
" maaf buat bangun oppa, bukan siapa-siapa oppa !"
" apakah saya menganggu acara anda ? " 
oppa mengambil ponsel ku dan langsung berlalu membawanya pergi

selalu seperti itu , sikap so kesatrianya mulai lagi, padahal baru bangun tidur . :)

" nih, udah selesai enggak akan ganggu lagi dia " ucapnya
tapi ada ekspresi lain diwajahnya yang aku paham itu menyatakan bahwa oppa jengkel, marah, dan ekspresi lain yang tidak bisa aku tebak
" iya makasih oppa "
" nomornya udah aku blokir ko, udah jam pulang tuh, aku anterin ya ! "
" enggak usah rumah aku kan deket "
" jauh , pokoknya aku anterin "
"deket ko dari dramaga ke rumah tuh deket , jauh apanya ! jauhan juga dari tempat kerja aku kerumah kali oppa "
"apa salahnya sih, aku nganterin kamu kaya waktu smk dulu "
"enggak salah, tapi aku lagi pingin pulang sendiri "
" adeh, klo udah bilang gitu sih mau dipaksa pun akan tetap pergi sendiri, yaudah hati-hati ya :) "

" iya oppa jelek, bawel, cerewet "

aku harus mulai terbiasa dengan sikap posesifnya dia, walaupun kita bukan siapa-siapa , tapi dia enggak berubah sedikitpun dari sejak smk aku mengenalnya.
berbeda dengan seseorang yang aku sebut oppa juga, sangat berbeda sikapnya. namun terkadang mirip hahaha aku tak mengerti mengapa aku lebih menyukai berada bersama teman smk ku ini.

tapi terkadang dia bahkan lebih dari seorang pacar, dan karena itulah sampai saat ini aku merasa belum membutuhkan seorang pacar, jika orang yang ada disisiku pun terlalu memperhatikanku.
tapi aku juga penasaran apa yang orang aneh itu bicarakan dengan oppa, sampai membuat oppa berekspresi seperti itu, yah ekspresi yang belum pernah aku lihat.



Senin, 13 Oktober 2014

Bertemu denganmu adalah harapan Part 1


Cuaca di hari itu membuatku ingin mengenang masa lalu, jadi kuputuskan untuk mengunjungi tempat yang pernah ada disetiap cerita ku dengannya, ku telusur lagi kisah ini dari awal saat aku pertama kali bersamanya, mengenang semuanya yang berawal dari tempat wisata dari salah satu kota ini.

melangkah mengenang semua, mengingat semua tempat yang pernah kita kunjungi , tawa canda itu seperti terbayang kembali. Bukan maksudku untuk mengenang mu tapi kenangan indah itu biarlah jadi penghibur ku disaat aku lelah. tanpa sadar aku hanya duduk terdiam mendengar lagu-lagu yang pernah kita jadikan perwakilan rasa untuk semua hal saat aku bersamamu.

aku menutup mataku menikmati sejuknya tempat ini, tempat yang memang umum tapi memiliki arti besar untuk semua kisah kita, aku masih ingat saat kita pertama kali kamu menanyakan perasaan ku ditempat ini dan memberikan sebuah kalung cantik dengan liontin bunga sebagai lambang namaku.

aku juga masih ingat janji-janji yang kamu sebutkan dulu, yang membuatku mengenang semuanya bahkan aku tidak sadar bahwa mengingat semua ini membuat aku menitikkan air mata kembali, sampai seseorang menyapa ku .

ku dengar lelaki itu berkata " hei , boleh saya mengganggu ! " ucapnya sambil menyodorkan sarung tangan biru di tangannya.

sebenarnya aku ingin berkata, aku ingin sendiri dan ya, aku merasa terganggu oleh hadirnya sesosok lelaki yang tidak aku kenal. tapi aku mengurungkan niat itu.
" saya rasa tidak, tapi terima kasih " ucapku sambil mengambil sarung tangan itu
" tidak usah berbicara formal sama aku " ucap lelaki itu 

membuat aku merasa heran dengan penampilannya, bagaimana aku tidak berbicara formal dengannya 
1. aku tidak mengenalnya
2. pakaiannya sangat formal, dan anehnya ini hari minggu ! adakah seorang yang sangat sibuk hingga bertamasya dengan baju kerjanya ?

" sebelumnya, terima kasih " ucapku sambil berdiri dan beranjak pergi 
" hei " panggilnya lagi

aduh ini cowok kenapa sih, merusak mood yang lagi bagus -_-
" kenapa ? " tanyaku tanpa berbalik menghadapnya
" seharusnya aku yang nanya kenapa ? "  ucapnya lagi
sungguh cowok ini benar-benar merusak moodku yang sedang bagus, walaupun parasnya lumayan namun aku sedang dalam mood yang terganggu oleh kehadirnya.

" kenapa apanya " 
" kenapa menangis, mojok sendirian ditempat kaya gini ? yah, cuma aneh aja ! "
" aku ? aneh, bukannya yang aneh itu kamu ? salah jika sedang menikmati sejuknya cuaca disini, sudah ya ! permisi saya duluan " 

orang aneh, yang aneh kan ya dia, manis sih ganteng malah tapi mencurigakan . pakai kemeja lengkap dengan sepatu kantor di hari minggu dan ditempat seperti ini ?? di tempat wisata ? aneh bukan .

aku hanya berlalu pergi dan meninggalkannya, aku bahkan takut untuk melihat ke belakang ya ini memang tempat wisata yang sejuk dan juga lumayan menyeramkan jika seorang diri karena luasnya wilayah wisata ini. 

menyebalkan memang semuanya jadi rusak deh hari ceria ini.
langkah kaki  membawa ku ke taman teratai untuk beristirahat sejenak . baru saja meluruskan kaki, menyandarkan pundak dan memejamkan mata, terasa hadirnya seseorang duduk disamping, aku langsung membuka mata dan melihat sosok yang tadi meyapaku.

rasanya seperti dia adalah penguntit " pikirku 
" kenapa mengikuti ? engga takut disangka penguntit " 
" saya rasa kamu yang takut malah, saya tidak keberatan di sebut seperti itu, toh saya memang mengikuti kamu " ucapan santai itu malah membuat aku bingung untuk menjawab
" lalu kenapa kamu mengikuti saya ? ya saya memang takut ada orang aneh yang tidak saya kenal mengikuti saya, saya juga berniat untuk berteriak dan memanggil keamanan "
" sayang sekali, maksud saya hanya ingin menemani kamu, tidak lebih ! saya tidak menyalahkan kamu jika kamu berpikir saya orang aneh :) "ucapnya sambil tersenyum , dan itu makin membuatku merasa dia orang yang sangat aneh.

" mengapa ingin menemani ? jika saya tidak ingin ditemani bisakah kamu berhenti mengikuti saya ?" 
cowok itu malah tersenyum,mengulurkan tangannya dan berkata 
" hmmm, kenalkan nama saya firdaus, jujur saya merasa bosan setelah pertemuan dengan kolega di hari minggu dan ditempat seperti ini pula, dan saya hanya ingin sekedar mengobrol dengan kamu "
" yang saya simpul kan dari kata-kata anda, maaf saya bukan wanita yang sembarangan . "
"hahahha girl's , bukan itu maksudku, kamu memakai hijab dan terlihat seperti wanita baik-baik, bukan ! saya tidak berpikir kamu wanita sembarangan, saya hanya merasa ingin mengenal kamu "
" makin mencurigakan dan aneh , mengapa nada ingin mengenal saya ?"
" mungkin kamu enggak sadar kalau dari tadi aku memperhatikan dan mengikuti kamu dari sekian banyak orang ditempat ini, dan saya juga tidak tau mengapa "
" klise , :) maaf saya sudah punya pacar " ucapan yang aku gunakan untuk menghadapi orang seperti dia 
" sayang sekali, tapi sayang sekali juga saya tidak keberatan akan hal itu, kalau saya tidak salah mengucap saya bilang ingin mengenal kamu, saya tidak peduli jika kamu sudah memiliki pacar " 
ucapan santai itu malah menikam ku 
keras kepala sekali orang ini,
" baiklah saya menyerah, nama saya yuri "
"salam kenal yuri, mengapa sendiri ? dimana pacar kamu ? dan yang terpenting saya penasaran mengapa kamu menangis ? "
" tak bisakah kita berkenalan wajar dan lalu anda pergi ? mengapa baru kenal tapi sudah menanyakan banyak hal termasuk hal pribadi yang saya rasakan "
" hahaha good girl, ini menarik bukan ! saya rasa kamu yang menarik "
" terserah anda " ucapku sambil beranjak pergi , baru beberapa langkah berjalan ada seseorang yang memegang lengan ini.
" maaf jika saya menghentikan anda, saya hanya merasa tertarik dengan anda tidak lebih tapi rasa ingin tau saya tentang membuat saya kurang sopan terhadap anda, maafkan saya "
lagi-lagi aku menyerah terhadap ucapanya.
" baiklah , bagaimana saya harus memanggil anda ? " ucapku walau sambil berlalu 
" just call me firdaus ! and thanks " ucapnya sambil mengikuti langkahku. 

percakapan ringan kulakukan dengannya, aku bahkan berbohong aku menangis karena hari ini aniv hubunganku dengan pacar namun dia tak sempat datang, aku memang tak pandai berbohong :(
tapi aku rasa dia mempercayaiku.

dan why dengan hari ini, bertemu orang aneh, dimintai meminjamkan handphone oleh seorang nenek-nenek dan lebih parahnya terjebak hujan dengan cowok itu -_- sungguh hari yang melelahkan .










Selasa, 07 Oktober 2014

Lelahku, perpisahanku untuk kalian

Hari-hari yang aku lalui hanya meninggalkan jejak aktivitas yang sama , tiada yang menarik dan selalu merasa bosan akan sesuatu hal yang berjalan sama setiap saatnya.

aku juga mulai merasa bosan dengan kesendirian ini, bukan berarti tidak ada yang memperhatikan dan menyayangi ku tapi hanya merasa semuanya itu palsu, banyak yang mengatakan sayang namun hanya sebatas kata yang terucap. 

aku ingin memulai sesuatu yang lain, yang bisa membuat aku merasa hidup, bukan seperti mayat yang berjalan mengikuti alur yang sama. 

aku bukanlah orang yang bersikap sederhana, aku merasa begitu egois dalam segala hal, ku akui itu.
jika keinginanku tidak terpenuhi terkadang ada rasa sesal di hati yang membuatku merasa bodoh,
jika seseorang menolak permintaan yang aku inginkan terkadang aku merasa marah , terkadang juga menginginkan hal yang bukan milikku.

banyak sekali hal tentang diriku yang sangat buruk, disaat aku merasa sepi terkadang aku mengacuhkan semua hal yang terlihat, tapi terkadang juga aku butuh ditemani dan tak ku temukan orang yang bisa selalu ada untukku, aku benci menjadi lemah dan mencoba bertahan serta berkata aku mampu, aku juga benci terhadap mereka yang bilang sayang tapi tanpa bukti nyata yang aku inginkan, aku bukan hanya merasa egois namun aku memang orang yang egois dan memiliki banyak keinginan, aku paham dan belajar untuk tidak membiarkan diriku terlalu bergantung pada keinginan itu.

tidak ada yang membuatku merasa ada sesuatu yang menarik, yang aku butuhkan hanya tantangan baru, dan orang yang bisa membuatku merasa menikmati semua proses kehidupan ini.

sering kali ku merasa apa yang aku miliki saat ini hanya kepalsuan belaka baik itu sahabat maupun yang lainnya, aku tau itu hanya firasat yang terkadang menghampiri tapi aku terlalu sering merasakannya, bahkan pada dia yang dulu ku rasa selalu ada untukku.

kini padanya pun aku merasakan hal yang sama, rasa bosan . mengapa ??
akan kah semua yang menarik awalnya akan selalu berakhir dengan rasa bosan di hidupku ?
hanya tertarik di awal dan bosan pada akhirnya. sering kali bertanya apa yang benar-benar aku inginkan agar membuat hidup ini indah layaknya warna pelangi .

mungkin kini ku mulai lelah untuk terus menyemangati diri yang terlalu malas untuk berjalan seorang diri, tiada yang menarik, di dalam hidup hanya memikirkan apa yang menyenangkan untuk ku lalui.
terkadang merasa ingin bicara " aku membutuhkan salah satu dari kalian untuk mengerti walau tanpa aku berbicara " tapi semua itu hanya keinginan belaka yang tidak bisa aku rasakan benar bukan ?

mungkin saat ini aku hanya melampiaskan dan mengutarakan apa yang aku rasakan, dan mulai besok akan ku mulai semuanya tanpa kalian !! aku tidak bisa lagi berpura-pura semua baik-baik saja, aku tidak bisa lagi mendengarkan walaupun aku ingin juga di dengar, aku tidak bisa lagi menunggu kalian jika kalian pun mengabaikan ku.

kini aku mulai merasa ingin menghilangkan satu persatu dari kalian yang hanya mementingkan diri sendiri, aku lelah lihatlah.

aku ingin menyendiri , yang lebih baik aku lakukan daripada ada namun tak merasa ada.
yah, aku mulai lelah kini ! aku hanya ingin seseorang menemani, memelukku dan menghapus lelah dan air mata ini.

dan untukmu yang seperti pelangi yang hanya muncul sesaat memberikan bahagia, aku tidak ingin lagi melihatmu yang menghipnotis diri ini , kini yang aku inginkan hanya hujan yang walau sesaat namun memberikan manfaat untuk banyak hal . 


kini ku mulai semuanya untuk hari esok dan menunggu seseorang yang takkan membuatku merasa bosan akan kehidupan ini, yah aku menanti disini ditengah kesendirian ini.